Isi Artikel Utama
Abstrak
Aktivitas gempabumi yang tinggi di Indonesia menuntut tersedianya Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) yang andal dan didukung sumber daya manusia kompeten. Melalui Indonesian Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP), BMKG menyelenggarakan serangkaian pelatihan teknis periode 2021–2025 untuk memperkuat kapasitas operasional InaEEWS. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program pelatihan tersebut dengan menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick yang difokuskan pada Level 3 (perubahan perilaku) dan Level 4 (dampak pada kinerja individu dan organisasi). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada alumni pelatihan dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linier berganda, serta analisis tematik atas temuan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku alumni berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 84,37%. Dampak pelatihan terhadap kinerja individu (A5) dan kinerja unit kerja/organisasi (A6) juga tinggi, masing-masing 84,93% dan 84,28%. Model regresi menunjukkan bahwa 65,0% variasi kinerja individu dijelaskan oleh faktor perubahan perilaku (A1–A4), dengan A1, A3, dan A4 berpengaruh positif dan signifikan; sedangkan 49,0% variasi kinerja unit kerja dijelaskan oleh A1–A4, dengan A2 dan A3 sebagai prediktor signifikan utama. Kapasitas internal alumni (A3) muncul sebagai kontributor paling dominan pada kedua model. Temuan ini menyimpulkan bahwa program pelatihan melalui IDRIP efektif dalam meningkatkan perubahan perilaku kerja dan kinerja, sekaligus memberikan dasar bagi perancangan strategi tindak lanjut untuk memperkuat keberlanjutan dampak pelatihan.
Kata Kunci
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.