Isi Artikel Utama
Abstrak
Kajian kualitas lingkungan hidup di Indonesia umumnya dilakukan pada skala nasional atau lintas provinsi secara umum, tanpa fokus khusus pada wilayah bertekanan ekologis tinggi seperti Jawa dan Bali. Kondisi ini menimbulkan tekanan lingkungan yang signifikan terhadap kualitas udara, kualitas air, dan stabilitas tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) per provinsi di Pulau Jawa dan Bali, serta hubungannya dengan kepadatan wilayah dan konsumsi energi listrik per provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren IKLH secara umum di seluruh provinsi Jawa dan Bali mengalami pola peningkatan. Beberapa provinsi, yaitu Jawa Tengah, DIY, dan Bali, mengalami sedikit penurunan pada masa pandemi Covid-19 tahun 2021 yang kemudian diikuti oleh peningkatan kembali. IKLH Provinsi Bali relatif berada di atas rata-rata IKLH provinsi di Jawa, sedangkan IKLH terendah ditemukan di Provinsi Banten. Berdasarkan kepadatan wilayah, terbentuk dua kelompok: kelompok kepadatan tinggi (Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali) dengan rata-rata IKLH 67,56, dan kelompok kepadatan rendah (Jawa Barat, DIY, dan Banten) dengan rata-rata IKLH 60,97. Berdasarkan konsumsi energi listrik, kelompok dengan konsumsi tinggi (Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten) memiliki rata-rata IKLH lebih rendah (62,59), sedangkan kelompok dengan konsumsi rendah (Jawa Tengah, DIY, dan Bali) memiliki rata-rata IKLH lebih tinggi (66,14). Secara statistik, kepadatan wilayah dan konsumsi energi listrik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IKLH, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kepadatan wilayah dan konsumsi energi listrik dapat menurunkan kualitas lingkungan hidup
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.