Isi Artikel Utama
Abstrak
Optimalisasi kontribusi Generasi Z (Gen Z) di BMKG menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pegawai muda yang membawa karakteristik, nilai, dan preferensi kerja yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi Gen Z terhadap dunia kerja dan gaya kepemimpinan di BMKG melalui tiga dimensi, yaitu umpan balik (feedback), motivasi kerja (work motivation), dan gaya kerja (working style). Data penelitian diperoleh dari 103 responden yang merupakan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) BMKG Tahun 2025 dan termasuk dalam kategori Gen Z. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner skala Likert 1–5 yang disusun berdasarkan kajian teori perilaku organisasi, kepemimpinan autentik, serta karakteristik generasi digital. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi pola dominan preferensi responden terhadap gaya kepemimpinan di BMKG. Untuk dimensi umpan balik, mayoritas Gen Z menginginkan pemimpin yang jujur, transparan, dan mampu memberikan evaluasi secara langsung serta membangun. Pada dimensi motivasi kerja, responden merasa lebih termotivasi ketika pemimpin menunjukkan integritas, konsistensi tindakan, dan melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan. Sementara pada dimensi gaya kerja, Gen Z lebih menyukai lingkungan kerja yang kolaboratif, fleksibel, tidak hierarkis, serta memberi ruang kreativitas dan inovasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Gen Z di BMKG memiliki preferensi kuat terhadap kepemimpinan yang autentik, adaptif, dan terbuka, yang mampu mendukung pengembangan diri serta memperkuat budaya kerja inklusif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi kepemimpinan dan kebijakan sumber daya manusia yang lebih selaras dengan karakteristik generasi muda di BMKG
Kata Kunci
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.